News Detail

Mohammad Ali Effendi Berpacu Melawan Ageism

Mohammad Ali Effendi Berpacu Melawan Ageism

“Saya ikut balapan sejak 2009.” ungkap pria berjersey hijau itu.

Mohammad Ali Effendi, dari team DPR SCC, finish dengan sedikit ngos-ngosan pada race stage pertama 76 IDH Urban Night Downhill di trek Desa Wisata Kungkuk, Batu (26/10).

Rider bernama punggung Fendi itu menuntaskan racenya di kelas Master D dengan torehan waktu 02:01.564. Bukan yang teratas memang. Tapi cukup nyenengke, mengingat usianya saat ini yang seharusnya bermain di kelas Master E (jikalau ada).

“Saya seharusnya ikut yang Master E, tapi karena sendirian, jadinya harus masuk Master D. Padahal (rider) Master D bekas expert semua.” ujar pria 50 tahun itu sembari tersenyum ketika ditemui di depan monitor libe streaming, beberapa saat setelah racenya usai.

Meski terpaksa pindah haluan, Fendi berhasil finish di peringkat delapan dari sepuluh peserta. Ini mengindikasikan bahwasanya ia masih mampu bersaing dengan rider-rider yang berusia di bawahnya, meskipun harus terengah untuk beberapa saat di atas sepedanya pasca melewati garis finish. Tapi setelah itu, ia tetap percaya diri.

“Optimis. Nggak takut dengan yang muda-muda.” imbuhnya.

Ia pun yakin bisa mempersembahkan performa yang lebih baik di stage keduanya besok (27/10).

“Saya optimis besok bisa lebih cepat. Karena besok kan (racenya) sore. Jadi nggak harus pakai lampu. Maklum, mata tua.” ujarnya sambil tertawa.

Fendi memang mengikuti balapan karena suka. Ia juga senang ketika bisa bersaing dan berkumpul dengan teman-teman. Meski begitu, tahta juara juga tak luput dari fokusnya.

Sambil memeragakan hitungan dua dengan tangan kanannya yang berbalut sarung tangan hitam, ia berkata, “Juara dan kumpul atau bersaing dengan teman-teman, sama-sama tujuan utama.”

OFFICIAL PARTNER